AYAT-AYAT API ditangan Menpan Yudi Krisnandi

sipil

Ruslan Ismail Mage – Direktur Eksekutif  SIPIL Institut (Studi Investasi Politik Indonesia) sekaligus penulis buku AYAT-AYAT API bersama Menpan Yudi Krisnandi memperlihatkan buku AYAT-AYAT API. Bagi anda yang ingin memiliki buku ini silahkan kontak kami melalui menu hubungi kami. Read more »

Sipil Institut Roadshow Pendidikan Politik Pemilih

konsultan politik

Sipil Institut Roadshow Pendidikan Politik Pemilih

(MENCARI WAKIL RAKYAT AMANAH)

Sipil Institut sebagai lembaga independen yang vokus memperkenalkan strategi berpolitik dengan biaya murah, sejak memasuki tahun politik 2013 sudah rutin melakukan roadshow ke beberapa daerah melakukan pendidikan politik langsung kepada pemilih. Menurut Ruslan Ismail Mage Direktur Eksekutif Sipil Institut Jakarta, pendidikan politik ini sangat penting dilakukan, karena setiap memasuki tahun politik, rakyat hanya dibiarkan menjadi anak yatim piatu berjalan menggunakan peta buta menuju pemilu 2014 mencari pemimpin dan wakilnya. Hampir tidak ada institusi baik yang dibentuk oleh pemerintah maupun swasta yang vokus melakukan pendidikan politik kepada rakyat. Akibatnya setiap pemilu rakyat menikmati pembodohan yang dilakukan oleh hampir semua politisi. Sipil Institut tidak ingin membiarkan rakyat hanya dijadikan komoditas politik yang diperjualbelikan suaranya setiap pemilu. Read more »

Caleg Perempuan Butuh Motivator Politik

Caleg Perempuan Butuh Motivator Politik

Data menunjukkan pasca Pemilu Legislatif 2009 diperkirakan caleg yang stres sebanyak 180.000 orang, yang mengalami gangguan jiwa berat 4.800 orang, dan yang memerlukan perawatan di rumah sakit 480 orang. Menyadari potensi meningkatnya caleg stres dan bahkan bisa gila akibat politik berbiaya tinggi pada Pemilu Legislatif 2014, Kantor Pemberdayaan Perempuan Sumatera Barat melakukan pembekalan politik kepada seluruh caleg perempuan di Sumatera Barat. Read more »

Iklan ARB Over Dosis

arb over dosis

Ruslan Ismail Mage (Direktur Eksekutif Sipil Institut)

Media massa ibarat “Pisau Bermata Dua” media massa bisa menjadi jembatan, namun di sisi lain bisa menjadi penyebab bias atau distorsi. (Harold D Laswel). Di negara-negara maju, media sudah menjadi bagian kehidupan sehari-hari orang pada umumnya. Sehingga di Amerika Serikat misalnya, mereka sulit membayangkan hidup tanpa media, tanpa koran pagi, tanpa majalah Time yang mengungkap gosip-gosip baru seorang presiden, tanpa reportase televisi yang menyiarkan perselingkuhan seorang politisi, tanpa radio yang memancarkan pidato politik seorang kandidat presiden. Read more »

Politisi Spanduk

konsultan politik

Ruslan Ismail Mage (Direktur Eksekutif Sipil Institut)

Dalam beberapa perdebatan tentang demokrasi, tidak jarang mengemuka bahwa “demokrasi bukanlah terbaik dari semua sistem pemerintahan yang ada sepanjang sejarah, tetapi demokrasi merupakan yang buruk dari yang terburuk”. Maksudnya karena tidak ada lagi yang lebih sedikit buruknya dari demokrasi, maka serta-merta demokrasi menjadi inspirasi bagi penghayal kebebasan untuk diperjuangkan. Read more »

Aktor Sosial

politik sosial

Ruslan Ismail Mage

(Direktur Eksekutif Sipil Institut Jakarta)

Persepsi selama ini yang dimaksud aktor adalah orang yang bekerja dalam seni pertunjukan yang mendapat peran utama dalam melakoni sebuah cerita, seperti aktor film atau aktor sinetron. Aktor adalah panggilan buat orang-orang yang mendedikasikan dirinya dalam bidang seni peran. Tidak semua orang bisa menjadi aktor seni peran, tetapi pada dasarnya semua orang adalah aktor yang memiliki perannya masing-masing dalam kehidupan. Read more »

Teori Memancing Dalam Pemilu

Teori Memancing dalam Pemilu

Ruslan Ismail Mage

(Direktur Eksekutif Sipil Institut Jakarta)

Secara sepintas membaca judul tulisan di atas pasti berpikir dan bertanya apa hubungan memancing dangan politik. Tidak nyambung bro kata bahasa gaul anak muda sekarang. Orang pintar bisa saja menvonis tidak ada hubungan antara memancing dengan politik, tetapi orang cerdas mencoba melihat lebih jauh, mendengar lebih tajam, dan berpikir lebih analisis, dalam mengapresiasi suatu informasi atau konsep untuk kemudian dikontruksi menjadi pemikirannya. Disinilah menariknya, karena untuk menjadi politisi hebat dan terampil tidak cukup hanya pintar tetapi harus cerdas. Politisi pintar biasanya menjadi petarung yang berakhir sebagai pecundang. Sementara politisi cerdas biasanya menjadi pemenang. Berangkat dari pemikiran itulah yang menjadikan materi tulisan ini penting dipahami, karena hanya politisi cerdas yang bisa memakai teori memancing ini dalam memenangkan pemilu. Tidak percaya! Ikuti pembahasan berikut ini. Read more »

Teori Bertinju Dalam Pemilu

teori bertinju dalam pemilu

Ruslan Ismail Mage

(Direktur Eksekutif Sipil Institut Jakarta)

Judul tulisan ini mungkin tidak hanya menggelitik tetapi juga sedikit ekstrim, karena terkesan mengarjakan bertinju dalam politik. Bukankah dalam dunia politik dianjurkan untuk mematuhi etika politik. Jangankan saling memukul, sikut-sikutan saja sudah melanggar etika politik. Karena itu, jangan keburu menvonis tulisan ini mengajarkan radikalisme dalam politik sebelum selesai membacanya, karena yang ingin diperkenalkan adalah suatu strategi cerdas memenangkan pertarungan di atas ring politik. Bahkan mengabaikan teori bertinju dalam politik ini, berarti secara langsung mengurangi peluang untuk menjadi pemenang dalam arena politik. Suatu arena berlebel pertarungan serba keras dan cenderung menghalalkan segala cara untuk mengkanvaskan lawan-lawan politiknya. Lalu apa hubungannya bertinju dengan politik? Read more »

Revolusi Pemilihan Caleg 2014

Revolusi Pemilihan Caleg 2014

Revolusi Pemilihan Caleg 2014
(dari Perempuan oleh Perempuan untuk Perempuan)
Ruslan Ismail Mage (Direktur Eksekutif Sipil Institut)

“Tidak ada bukti bahwa kwalitas otak perempuan itu kurang dari kwalitas otak laki-laki, atau ketajaman otak perempuan kalah dengan katajaman otak laki-laki. Kwalitasnya sama, ketajamannya sama. Hanya kesempatan yang tidak sama, kesempatan berkembangannya yang tidak sama. Justru kurang dikasihnya kesempatabn oleh sistem itulah, kita wajib beriktiar membongkar ketidakadilan masyarakat terhadap kaum perempuan.” (Bung Karno 1963). Read more »

Hugo Chavez 2014

konsultan politik

Ruslan Ismail Mage – (Direktur Eksekutif Sipil Institut Jakarta)

Satu tahun terakhir ini partai politik perserta Pemilu sudah mulai mencari dan  mengelus jagonya untuk menjadi calon presiden pada Pemilu 2014. Empat partai politik yaitu Golkar, PDIP, Gerindra, dan Hanura hampir bisa dipastikan sudah mempunyai calon presiden. Sementara diluar empat partai itu masih belum jelas siapa calon presidennya, apa dari internal partai atau membuka peluang kepada orang diluar partai yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

            Beberapa nama dimunculkan di ruang publik dari kalangan internal partai politik tidak terlalu diapresiasi lagi publik karena dianggap tokoh kadaluarsa yang mengalami cacat mental orientasi kerakyatannya. Hanya melamar mesra rakyat ketika musim kampanye, dan menceraikan rakyat kembali setelah bertahta di Istana Negara. Sementara itu rakyat tidak memiliki alternatif pilihan lain di luar partai politik, karena UU Pilpres 2014 menutup pintu calon independen memimpin negeri ini. Akibatnya bangsa besar ini mengalami defisit kepemimpinan sangat memprihatinkan. Read more »