Iklan ARB Over Dosis

Ruslan Ismail Mage (Direktur Eksekutif Sipil Institut)

Media massa ibarat “Pisau Bermata Dua” media massa bisa menjadi jembatan, namun di sisi lain bisa menjadi penyebab bias atau distorsi. (Harold D Laswel). Di negara-negara maju, media sudah menjadi bagian kehidupan sehari-hari orang pada umumnya. Sehingga di Amerika Serikat misalnya, mereka sulit membayangkan hidup tanpa media, tanpa koran pagi, tanpa majalah Time yang mengungkap gosip-gosip baru seorang presiden, tanpa reportase televisi yang menyiarkan perselingkuhan seorang politisi, tanpa radio yang memancarkan pidato politik seorang kandidat presiden.

arb over dosis

Adalah Thomas Jefferson, mantan presiden Amerika Serikat dikenang sebagai seorang pribadi yang memiliki perhatian mendalam terhadap pers. Pernyataannya paling menarik mengatakan “andaikata disuruh memilih atara pemerintah tanpa surat kabar, atau surat kabar tanpa pemerintah, maka saya akan memilih yang terakhir”. Pernyataan ini mengindikasikan begitu besarnya peran media dalam kehidupan politik suatu negara. Hal ini dipertegas oleh James Reston seorang wartawan terkemuka dalam risetnya mengatakan, tidak ada presiden Amerika Serikat bisa bertahta di Gedung Putih tanpa bantuan media.

Proses pencalonan Jemmy Carter menjadi presiden Amerika Serikat menarik dikedepankan untuk melihat peran media dalam politik. Publik Amerika Serikat tidak memperkirakan seorang petani kacang bisa menjadi pemimpin negara adidaya tersebut. Ketidakpercayaan publik itu terbukti kemudian  ketika Jemmy Carter benar tersingkir dalam pemilihan presiden. Penyebab kekalahannya karena Jemmy Carter tidak sepopuler kandidat presiden lainnya.

Menyadari realitas politik seperti itu, tim suksesnya menganjurkan Jemmy Carter membeli sebuah media sebagai alat untuk mempopulerkan dirinya. Keputusannya membeli media ternyata membawa hasil menguntungkan dalam proses pencalonan dirinya kembali menjadi presiden. Terbukti setelah itu jajak pendapat yang dilakukan terhadap pemilih menempatkan dirinya sebagai salah satu kandidat presiden yang layak memimpin negara seper power itu. Hasilnya Jemmy Carter mampu menaklukkan Gedung Putih setelah menyingkirkan lawan-lawan politiknya.

Bisa jadi kasus Jemmy Carter dan riset James Reston di atas yang menginspirasi Aburizal Bakrie jauh lebih awal mendeklarasikan dirinya menjadi calon presiden melalui Partai Golkar. Kalau mau jujur tim suksesnya, salah satu alasannya karena memiliki industri pers (jaringan kelompok TVOne, ANTV, VIVA News) sebagi mesin pembentuk opini publik. Dengan bantuan jaringan medianya yang bisa menjangkau seluruh kepulauan nusantara, tim kreatif Aburizal Bakrie merasa yakin bisa memanfaatkan waktu yang tersisa memprogram pemikiran pemilih berpihak kepadanya. Dalam periklanan modern dikenal konsep “posisioning” suatu proses atau upaya untuk menempatkan ARB dalam alam pikiran publik yang dianggap sebagai sasaran atau konsumen.

Saking yakinnya peran media dalam pemilihan presiden, tim kreatif Aburizal Bakrie mengganti nama familiarnya Bang Ical menjadi ARB. Dalam konteks popularitas bisa dikatakan sudah berhasil. Sekarang ARB sebagai nama dagangan politik menggemah ke hampir seluruh ruang publik lewat iklan-iklan di media elektronik dan media cetak (jaringan TVOne). Tidak terkecuali iklan-iklan media luar ruang seperti spanduk bergambar ARB tersebar di sudut-sudut kota, dan baliho-baliho raksasa tertancap di hampir setiap perempatan jalan.

Sejak deklarasinya menjadi presiden, iklan ARB secara sistematis muncul menyapa setiap rumah tangga di Indonesia lewat layar kaca. Hampir tidak ada jam tanpa iklan ARB di TVOne dan ANTV yang menceritakan keberhasilan dan kesuksesannya di semua peran yang dimainkan dalam kehidupan. Setiap saat pemirsa televisi bisa berdecak kagum melihat sosok ARB sebagi calon pemimpin yang hampir tidak memiliki cacat orientasi kerakyatannya dalam versi iklan. Tercatat 143 kali iklan ARB di TVOne periode tanggal 1 sampai 30 April 2013. Fantastis! Berikut beberapa contoh pesan iklan ARB di layar Kaca.

Di segmen keluarga, ARB dilukiskan sebagai ayah panutan dan pahlawan bagi anak-anaknya dalam menjadi generasi sukses. Sebagai suami yang menyayangi istri dengan penuh kasih dan kehangatan. Di sela-sela kesibukannya sebagai pejabat publik selalu menyempatkan waktu bersama keluarga. Di segmen pengusaha, ARB digambarkan sebagai pengusaha tangguh yang mampu bangkit ditengah krisis ekonomi yang melanda negeri ini, dan berkomitmen membina UKM sampai ke daerah-daerah terpencil.

Sementara iklannya di segmen birokrat, ARB dilukiskan sebagai menteri yang berhasil menjalankan program pengentasan kemiskinan ke seluruh pelosok negeri. Di segmen sosial, ARB digambarkan sebagai tokoh yang selalu dekat dengan kalangan masyarakat bawah. Di segmen budaya, ARB dijabarkan sebagai sosok yang menghargai pluralisme dengan mengajak seluruh elemen bangsa menghargai perbedaan. Di segmen agama, ARB di profilkan sebagai muslim sejati yang menempatkan Islam sebagai rahmat bagi segenap alam. Islam adalah Rahmatanlilalamin, katanya mengunci iklan versi bulan ramadhan lalu.

Dibalik membanjirnya iklan ARB memasuki ruang-ruang keluarga rumah tangga di Indonesia, tim kreatifnya harus jeli melihat waktu dan kemasan dagangannya. Ini penting, karena sekarang beberapa komunitas terdidik negeri ini menilai “iklan ARB sudah over dosis” yang memabukkan, bukan lagi menyembuhkan. Data hasil survei LIPI (institusi negara yang wajib netral) menyebutkan tingkat elektabilitas ARB hanya 9,4% jauh dibawa Jokowi 22,6%. Sehingga wajar kalau seorang Akbar Tandjung kemudian mengkhawatirkan elektabilitas sang calon presiden golkar tersebut.

Itu berarti ada benarnya salah satu teori periklanan yang mengatakan “hanya sekali mampu membohongi konsumen, tidak untuk kedua kalinya”. Maksudnya sebanyak apa pun iklan dan sebagus apa pun kemasannya, kalau isinya diketahui kurang baik atau sudah kadaluarsa, tidak akan dibeli lagi konsumen. Terlebih konsumen tanpa kita sadari mengalami pencerdasan secara alami setelah belajar dari pengalaman hidup. Lalu apakah ARB akan menjadi Jemmy Carter nya Indonesia? Kita tunggu 2014.

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.