Kesalahan Pemasaran Politik

Secara politik, tahun 2013 di Indonesia adalah tahun kecerdasan menjual gagasan, ide atau konsep keberpihakan kepada rakyat. Wilayah publik oleh politisi disulap menjadi pasar untuk menawarkan dirinya sebagai yang terbaik dibandingkan orang lain dalam hal menyelesaikan persoalan kebangsaan dan kedaerahan. Di pinggir-pinggir jalan kita akan menemukan spanduk politisi bertebaran dimana-mana, pohon-pohon akan berubah fungsi menjadi galeri tempat menempelkan foto-foto politisi dengan slogan-slogan ajakan kepada rakyat. Sepanjang waktu tahun 2013 sampai pemilu 2014 bagi politisi disebut tahun pemasaran politik.

Konsultan Politik

Konsultan Politik

Sipil Institut sebagai institusi independent terus melakukan workshop pemasaran politik ke beberapa daerah untuk meluruskan persepsi yang salah tentang pemasaran politik. Hal ini menjadi penting dipahami politisi, karena berbicara masalah pemasaran itu berarti ada dua elemen pelaku utamanya, yaitu ada “penjual” yang menawarkan produk dan ada “pembeli” yang membeli.
Selama ini pemasaran politik sengaja atau tidak sengaja berubah menjadi money policis, karena politisi bertindak sebagai pembeli suara dengan menggunakan alat bayar beragam seperti pemberian sembako, pembagian amlop dan sejenisnya. Rakyat kemudian bertindak sebagai penjual suara. Ada fenomena beberapa komunitas pemilih akan menjual suaranya kepada politisi yang bisa membelinya dengan harga paling tinggi.
Sejatinya pemasaran politik yang benar adalah politisi yang bertindak sebagai penjual, dengan menawarkan gagasan, ide-ide kreatif, pemikiran solusif, integritas, loyalitas, kebenaran, kejujuran, keadilan, moralitas, dan konsistensi keberpihakan kepada rakyat. Kemudian rakyat yang bertindak sebagai pembeli dengan menggunakan alat bayar suaranya dalam pemilu legislative maupun pemilu presiden 2014.
Kesalahan pemaknaan “Pemasaran Politik” inilah yang kemudian menginspirasi Ruslan Ismail Mage (Direktur Eksekutif Sipil Institut) melakukan roadshow ke beberapa daerah memperkenalkan strategi “Investasi Politik” yang berisi cara cerdas berpolitik dengan biaya murah dalam memenangkan pemilu legislatif 2014. Bagimana seharusnya politisi menjual gagasan dan integritasnya ke pemilih, dan bagaimana seharusnya rakyat memilih politisi dan pemimpin yang baik dan amanah.

Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.