MEMBUMIKAN PANCASILA

Sipil Institut menyerahkan buku INDUSTRI POLITIK & buku HITAM PUTIH DEMOKRASI plus satu konsep MEMBUMIKAN PANCASILA kepada pengusaha nasional dan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie. Untuk mengetahui lebih jelas gerakan nurani Sipil Institut Membumikan Pancasila, berikut dasar pemikirannya.

Bangga menjadi orang Indonesia, itu sudah pasti dan tidak perlu diragukan lagi. Rasa cinta tanah air tidak pernah akan bergeser sejengkal walau rupiah semakin tidak mencintai kami (rakyat kecil walaupun sudah bekerja seharian baru cukup untuk tidak kelaparan besok harinya). Bangga menjadi orang Indonesia, karena pendiri bangsa ini menyiapkan konsep kenegaraan yang jelas, menitipkan filosofi hidup yang agung, menyiapkan navigasi penunjuk arah perjalanan bangsa ke depan, dan mewariskan ideologi negara yang luar biasa dahsyatnya.

Kalau sejarah perjalanan Indonesia mampu melewati beberapa badai, itu karena kekuatan “Pancasila” dengan lima silanya dan 36 butirnya. Lalu pasca reformasi kemana si burung garuda yang gagah mengepakkan sayapnya terbang meninggalkan tanah negerinya. Ia terbang jauh karena dihempaskan oleh badai reformasi yang menunutut perubahan tanpa konsep. Ia memilih pergi membawa kesedihannya melihat tanah negerinya tercabik-cabik persatuan dan kebhinnekaannya atas nama demokrasi yang tak berketuhanan. Ia meneteskan air mata melihat kekayaan alam tanah negerinya dihisap terus oleh kapitalisme asing.

Kalau saja si burung garuda bisa berteriak, ia pasti sudah kehabisan suara berteriak berkata “wahai anak-anak bangsa yang hidup di negeri surga, kalian telah melakukan kesalahan membiarkan lima silaku dan 36 bitir-butirku setiap hari disapu sampai masuk ke got oleh penjaga sekolah”. Suatu saat bangsa Indonesia yang engkau cintai sebatas mulut saja, akan menghilang dalam peta dunia sebagaimana engkau hanya diam membiarkanku hilang menjadi bangkai ideology.

Sekarang anak-anak bangsa tidak bisa langi menemukannya bertengger mencengkram “Bhinneka Tungal Ika” di atas foto kepala negara di setiap ruangan kelas. Menyedihkan sekaligus mengkhawatirkan. Menyedihkan karena penguasa pasca reformasi hanya membiarkan pancasila sebagai bangkai ideologi karena lebih tertarik memilih ideolog liberal yang ditawarkan oleh negara Barat. Mengkhawatirkan karena penguasa pura-pura atau mungkin tidak mengetahui sama sekali kalau hanya ideologi pancasila yang bisa menjaga NKRI tetap eksis dalam peta dunia.

Melihat situasi kerapuhan berbangsa dan bernegara, maka semua elemen negara harus mengambil tindakan penyelamatan dengan membumikan pancasila sejak dini di kalangan siswa-siswi. MPR sebagai lembaga tinggi Negara telah mencetuskan program nasional “Sosialisasi Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara : UUD 1945, Pancasila, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika” keseluruh lapisan masyarakat. Persoalannya kemudian Indonesia terlalu luas untuk bisa dijangkau oleh para anggota MPR-RI. Sosialisasinya pun hanya bisa dilakukan di tempat-tempat tertentu tanpa menyentuh pembentukan kerakter manusia di level paling dasar.

Karena itu, SIPIL INSTITUT Divisi Agama, Pendidikan, Sosial dan Budaya, melakukan gerakan nurani MEMBUMIKAN PANCASILA mengusulkan kepada pengambil kebijakan di bidang pendidikan untuk segera memprogram pemikiran siswa SD, SMP dan SMU melalui tiga kegiatan yaitu, menempel poster burung garuda dengan lima sila pancasila disetiap ruangan kelas, lomba menghafal lima sila Pancasila di tingkat SD, lomba paduan suara menyanyikan lagu “Garuda Pancasila” tingkat SMP &  SMU.

Kalau gerakan Membumikan Pancasila ini terlambat di lakukan di kalangan siswa, lalu membiarkan demokrasi liberal yang mengusung konsep kebebasan merasuki jiwa generasi muda, maka bangunan bangsa besar ini sedikit demi sedikit akan dimakan rayap lalu runtuh jatuh ratah dengan tanah. Membayangkannya saja tidak kuat apalagi kalau menjadi kenyataan.

Kerana itu, kita butuh pemimpin yang bisa merekontruksi ulang demokrasi sekarang menjadi demokrasi pancasila. Kita butuh pemimpin 2014 yang bisa mengembalikkan garuda didada generasi muda dan pancasila di jiwa dan hati setiap anak-anak bangsa sejak di level institusi paling dasar. Diam membiarkan Pancasila sebagai bangkai ideologi berarti memberi kontribusi hilangnya Indonesia dalam peta dunia.

Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.