Sipil Institut Goes to Campus

SIPIL

Perkembangan zaman yang semakin mengglobal, yang ditandai dengan kemajuan teknologi disegala bidang bagaikan pisau bermata dua. Satu sisi matanya bisa digunakan untuk mengupas segala ketertinggalan kita untuk segera maju bersaing memperebutkan kesempatan menjadi generasi muda sukses. Sementara kalau tidak hati-hati, satu sisi matanya bisa mengupas kulit, mengiris hati dan menusuk jantung generasi muda untuk diformulasi menjadi sate di pasar syahwati. Read more »

Demokrasi Tanpa Perempuan Bukan Demokrasi

Sipil Institut bersama anggota KPPI kota Pariaman sesaat setelah memberi pemkelan Strategi Investasi Politik Perempuan Mnuju Pemilu 2014

Pemilu 2014 akan menjadi panggung politisi perempuan kalau bisa dimaksimalkan segala potensi yang dimiliki. Saat yang bersamaan hanya akan menjadi penonton di pinggir lapangan kalau tidak memanfaatkan waktu yang tersisa untuk belajar strategi pemenangan pemilu, terlebih hanya mengandalkan konsep pemasaran politik yang mengedepankan pencitraan.

Untuk memenuhi kuota 30% keterwakilan perempuan, hampir semua partai politik bergerilya mencari dan melamar perempuan yang dianggap memiliki integritas dan nilai jual di tengah masyarakat. Peluang yang diberikan konstitusi ini harus dimaksimalkan caleg perempuan untuk terus belajar meningkatkan kualitasnya dengan mengikuti pelataihan atau pembekalan politik yang ditawarkan beberapa institusi yang selama ini vokus melakukan permberdayaan politik perempuan. Read more »

INFLASI POLITISI

inflasi politik

Ruslan Ismail Mage
(Direktur Eksekutif Sipil Institut)

Tahun 2013 sebagai tahun politik sudah memasuki bulan ke empat dalam menuju bursa demokrasi terbesar Republik ini pada Pemilu tahun 2014. Di bulan ke empat ini semua perusahaan (Partai Politik-red) sedang membuka lowongan pekerjaan dan menyeleksi pelamar yang berminat bergabung dalam industri politik. Setiap perusahaan bebas membuat kreteria yang harus dipenuhi pelamar, tetapi pada intinya hanya ada tiga kriteria utama yang bisa mewakili persyaratan lainnya, yaitu kejujuran, integritas, dan loyalitis ke perusahaan. Read more »

LIMA KESALAHAN CALEG 2014

konsultan politik

LIMA KESALAHAN CALEG 2014
Ruslan Ismail Mage
(Direktur Eksekutif  Sipil Institut)

Jika Anda menipu diri di dalam keremangan fajar, Anda akan ketahuan di bawah sorotan lampu. Demikian sang pembelajar mantan Predisen Amerika Serikat Theodore Roosevelt menyoroti perilaku politisi yang tidak konsisten membangun kerakter kepemimpinannya.

Pesan yang ingin disampaikan adalah  “Siapa menabur benih unggul di lahan subur niscaya memanen hasil gemilang, kecuali mengabaikan gulma dan hama. Yang lainnya, hanya menuai debu! Pasca reformasi kita berharap demokrasi akan melahirkan manusia pembelajar untuk menjadi pemimpin besar di negeri besar ini, tetapi faktanya yang muncul kepermukaan hanya pemimpin dan legislator yang mementingkan diri dan kelompok partainya, sehingga tidak jarang hidupnya akan berakhir sebagai tokoh kartun. Read more »

Kesalahan Pemasaran Politik

Konsultan Politik

Secara politik, tahun 2013 di Indonesia adalah tahun kecerdasan menjual gagasan, ide atau konsep keberpihakan kepada rakyat. Wilayah publik oleh politisi disulap menjadi pasar untuk menawarkan dirinya sebagai yang terbaik dibandingkan orang lain dalam hal menyelesaikan persoalan kebangsaan dan kedaerahan. Di pinggir-pinggir jalan kita akan menemukan spanduk politisi bertebaran dimana-mana, pohon-pohon akan berubah fungsi menjadi galeri tempat menempelkan foto-foto politisi dengan slogan-slogan ajakan kepada rakyat. Sepanjang waktu tahun 2013 sampai pemilu 2014 bagi politisi disebut tahun pemasaran politik. Read more »

BELAJAR DARI PUTRI DIANA & BUNDA TERESA

Untitled

Oleh : Ruslan Ismail Mage, Motifator Politik Sipil Institut

Pasca reformasi, pergerakan politik di Indonesia berlangsung sangat dinamis dengan dibukanya semua ruang bagi setiap warga negara melakukan partisipasi politik, tidak terkecuali kaum perempuan. Perempuan yang selama ini terpinggirkan di arena politik, sertamerta menemukan celah untuk berkiprah di pentas politik. gagasan menambah kouta perempuan dari 12% hasil pemilu 1997 bertambah menjadi 30% pada 2004, menunjukkan semakin terbukanya ruang tersebut. Perjalanan waktu kemudian menunjukkan bahwa celah yang ada tidak dimanfaatkan secara maksimal oleh kaum perempuan untuk terlibat langsung dalam proses pengambilan keputusan di republik ini. Read more »

DAHSYATNYA KOMUNIKASI NON-VERBAL DALAM POLITIK

KOMUNIKASI NON-VERBAL DALAM POLITIK

(Catatan Untuk Politisi Perempuan)

Siapa menabur benih unggul di lahan subur niscaya memanen hasil gemilang, kecuali mengabaikan gulma dan hama. Yang lainnya, hanya menuai debu! Pasca reformasi hampir semua politisi lelaki menggunakan kata demokrasi sebagai alat jajah politik paling seksi terhadap perempuan. Sekedar lipstik pamanis mulut, politisi lelaki berargumen di atas panggung politik, bahwa atas nama demokrasi telah memberi ruang kuota 30% untuk perempuan bisa masuk menjadi anggota legislatif. Faktanya perempuan hanya dijadikan subordinasi yang terstruktur dengan alasan bersembunyi dibalik kualitas yang standarnya tidak jelas dan hanya berdasarkan asumsi bersifat patriarkhi. Read more »

BELAJAR DARI JOKOWI

belajar dari jokowi

Oleh : Ruslan Ismail Mage, Direktur Eksekutif Sipil Institut

“Setiap nama memiliki energi yang akan bergerak secara alami ketika kita memuliakan pemiliknya. Mantan presiden Amerika Serikat Theohodore Roosevelt mengatakan “Mengingat nama pemilih adalah kecakapan negarawan, melupakannya adalah suatu kecerobohan”.

Jauh sebelum itu para filsuf telah mengajarkan mengenai jalan untuk melakukan hubungan dengan sesama manusia selama ribuan tahun lamanya. Ajaran ini sama tuanya dengan sejarah manusia. Read more »

MEMBUMIKAN PANCASILA

Ruslan-Ismail-Mage-Bersama-Abu-Rizal-Bakrie

Sipil Institut menyerahkan buku INDUSTRI POLITIK & buku HITAM PUTIH DEMOKRASI plus satu konsep MEMBUMIKAN PANCASILA kepada pengusaha nasional dan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie. Untuk mengetahui lebih jelas gerakan nurani Sipil Institut Membumikan Pancasila, berikut dasar pemikirannya. Read more »

Training “Menangkap 5 Hantu Masa Depan Remaja

Training-ESQ

SIPIL INSTTUT Divisi Agama, Pendidikan, Sosial dan Budaya, meluncurkan program “Menangkap 5 Hantu Masa Depan Remaja”. Bersama team kreatifnya, Ruslan Ismail Mage roatshow ke beberapa Kampus, SMU dan SMP untuk menggelar ESQ Training : Menangkap 5 hantu masa depan remaja, serta cera cerdas menangkap 5 hantu tersebut. Tujuannya merekontruksi ulang jiwa-jiwa remaja yang sudah terkontaminasi dengan budaya hedonisme menjadi generasi petarung masa depan. Read more »