Pancasila, Demokrasi Indonesia

Pancasila, Demokrasi Indonesia

PADANG, Rabu, 28 September 2011, BeritAnda – Indonesia sebagai sebuah negara merdeka, telah menetapkan Ideologi bangsa ini yaitu Demokrasi Pancasila. Namun dalam proses pelaksanaan Demokrasi  Indonesia pasca reformasi, pancasilanya sudah mulai dibuang entah kemana. Padahal demokrasi pancasila yang dianut oleh Indonesia di era Orde Baru pernah mau dijadikan percontohan oleh Negara-negara lain termasuk negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Inggris.

Demikian disampaikan oleh Direktur Eksekutif SIPIL INSTITUT Ruslan Ismail Mage Dalam Seminar Nasional tentang Peran Mahasiswa dalam Demokrasi Indonesia yang digagas BEM UNP yang bekerjasama dengan Forum Masyarakat Cinta Damai Sumbar, Rabu (28/9/2011) di Pangeran Beach Hotel.

Pada kesempatan itu, Ruslan Ismail Mage mengatakan, bahwa Demokrasi yang diterapkan Indonesia saat ini tentunya adalah hasil perjuangan mahasiswa. Namun dalam perjalanannya, orang-orang cerdas seperti Mahasiswa ini, sering dimanfaatkan oleh orang-orang pintar dinegeri ini. Termasuk untuk mengacak-acak demokrasi yang sudah terbentuk selama ini,” ujarnya.

Ia mengingatkan, sejatinya mahasiswa dalam melaksanakan setiap pergerakannya lepas dari segala bentuk kepentingan selain kepentingan hanya untuk rakyat.

Sementara itu, Walikota Padang, Fauzi Bahar menilai, demokrasi yang dijalankan oleh Indonesia itu sebaiknya dikembalikan lagi seperti hakikatnya. “Demokrasi Indonesia sebaiknya dapat berjalan seperti demokrasi didalam Mesjid,” ungkap Fauzi Bahar.

Disaat imamnya salah dalam sholat, lanjutnya, maka makmumnya  tidak perlu memaki bahkan mendemo imam, tetapi cukup dengan mengucapkan Subbahanallah.

“Begitu juga dengan imamnya, ketika melakukan kesalahan seperti buang angina, maka sang imam dapat mundur dengan tertib dan digantikan oleh makmumnya,” tambah Fauzi seraya mengatakan, namun jika semuanya sudah saling menyalahkan dan tidak mau mengakui kesalahan serta kebenaran, maka demokrasi yang diimpikan itu tidak akan terwujud.

Selain itu, Wako Padang juga memberikan ruang bagi mahasiswa, untuk memberikan sarannya pada pemerintahan yang ada saat ini. Namun tentunya, saran yang diberikan mahasiswa tersebut harus dapat bersifat persuasive bukanya anarkis. Bahkan Fauzi Bahar juga akan menjebatani Mahasiswa untuk dapat ikut berperan dalam merancang sebuah peraturan di DPRD.

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno yang membukan acara itu sebelumnya berpesan kepada mahasiswa bahwa suara Demokrasi Indonesia yang selalu diusung dalam setiap pergerakan mahasiswa jangan hanya sampai pada bangku perkuliahan saja, namun juga dapat diterapkannya ketika ia sudah menjadi pemimpin kelak. Menurutnya, demokrasi tidak mengenal perbedaan termasuk gender.


 

Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.