Profil Pendiri

 

N a m a   :  Ruslan Ismail Mage

Alumni  :  Pascasarjana Universitas Indonesia

Daerah Asal   :  Makassar – Sulawesi Selatan

Agama :  Islam

 

Pekerjaan

  • Dosen Ilmu Politik
  • Penulis Buku-buku Politik & Motivasi
  • Konsultan Investasi Politik
  • Konsultan Perilaku
  • Pendiri & Direktur Eksekutif  SIPIL INSTITUT
  • Pendiri Komunitas Cerdas Indonesia (KCI)
  • Kolomnis politik di media cetak
  • Pengasuh Rubrik Remaja & Mahasiswa

Domisili :  Jakarta dan Padang

E-mail :  rim_aditya@yahoo.com

Website  :  www.sipil-institut.com

 

Bang Ruslan, demikian biasa disapa, lahir di sebuah sudut desa di Allimbangeng Cabenge Kec. Liliirilau Kab. Soppeng Propinsi Sulawesi Selatan. Ketekunannya belajar di kampus Universitas Hasanuddin Makassar membuatnya terpilih menjadi mahasiswa penerima beasiswa TID (Tunjangan Ikatan Dinas) dari Dirjen Pendidikan Tinggi untuk langsung diangkat menjadi dosen ilmu politik tahun 1994. Setahun kemudian berkat jaringan jurnalistiknya ia mendapat beasiswa dari JIKA (Japan International Cooperation Agency) untuk berangkat ke Jepang.

Sudah ratusan artikel atau opininya dimuat di media cetak lokal dan nasional. Kegemarannya mengamati realitas sosial politik dan menulis di media cetak telah melahirkan beberapa karya buku yang terbagi dua bidang kajian, yaitu buku motivasi dan buku politik. Beberapa buku perilaku dan motivasinya yang diapresiasi pasar diantaranya Campus Undercover, Hitam Putih Kehidupan Kampus, dan Dialog dengan Cinta. Bahkan buku Dialog dengan Cinta ini akan dijadikan buku panduan untuk acara workshop ‘Senam Hati’ Universal Quantum di Hongkong. Hobbinya menulis buku membuat sebuah surat kabar memprofilkannya sebagai dosen yang menyelesaikan problem mahasiswa dengan buku.

Dibawah bendera “Komunitas Cerdas Indonesia” ia roadshow ke beberapa daerah mendistribusikan kecerdasan dengan menggelar workshop “Menciptakan Generasi Petarung Masa Depan” di kalangan siswa, mahasiswa, dan remaja putus sekolah. Baginya hanya orang cerdas yang bisa membuat hidupnya bermakna, sementara orang pintar akan cenderung menjadi sombong dan biasanya berakhir sebagai pecundang.

Sebagai akademisi politik, ia banyak menulis buku-buku politik. Tiga terakhir buku politiknya mendapat apresiasi pasar. Pertama, KOMAT-KAMIT POLITIK yang tegas mengatakan Amerika takut kepada Indonesia, karena Indonesia memiliki semua persyaratan untuk menjadi Negara Super Power kalau pimpinannya tegas, cerdas dan berwibawa. Kedua, INDUSTRI POLITIK yang memperkenalkan konsep bagaimana strategi cerdas investasi politik, dan cara berpolitik dengan biaya murah. Ketiga, HITAM PUTIH DEMOKRASI yang mencoba mengajak publik untuk merekontruksi ulang sikap dan pemikirannya tentang proses redemokratisasi di Indonesia. Bang Ruslan mengindikasikan ada kesalahan dalam mengadopsi mentah-mentah demokrasi liberal yang menganut sistim ekonomi kapitalis, karena hanya menggiring negeri kaya ini menjadi negara berutang tinggi. Baginya hanya “Demokrasi Pancasila” yang bisa menyelamatkan NKRI tetap berada dalam peta dunia.

Bang Ruslan adalah akademisi pertama yang menulis buku “politik sebagai suatu industri” lengkap dengan strategi cerdas investasinya, saluran investasinya, dan metode menabung suaranya. Buku INDUSTRI POLITIK inilah yang kemudian menginspirasinya mendirikan SIPIL INSTITUT (Studi Investasi Politik Indonesia) yang akan fokus memperkenalkan bagaimana berpolitik dengan biaya murah. Karena menurutnya salah satu faktor utama korupsi merajalela di Indonesia adalah biaya politik yang sangat mahal.

Sekarang Bang Ruslan Ismail Mage atau dikalangan sahabatnya lebih sering dipanggil Pak Mage, tidak pernah berhenti melakukan pengembaraan litaraturnya di tiga kota, yaitu Jakarta, Padang, dan Makassar, plus satu negara tetangga Malaysia untuk merampungkan dua naskah bukunya, yaitu AYAT-AYAT API dan KAMUS TEORI POLITIK. Bersujud, mengajar, pemakalah, memotivasi, dan menulis buku adalah wisata hatinya yang paling menyenangkannya.

Melalui rumah inspirasinya di website ini, Bang Ruslan mengajak semua pengunjung untuk segera melakukan investasi senyum, agar kita menjadi sahabat-sahabat sejati bagi orang lain. InsyaAllah sekecil apa pun investasi senyumnya akan berbunga indah di taman-taman sorgawi.

Mendirikan Konsultan Investasi Politik

Pasca reformasi, banyak bermunculan konsultan pemasaran politik. Dalam persepsi saya, ada dua alasan konsultan pemasaran dibutuhkan. Pertama, ketika ada barang baru yang diproduksi tetapi belum dikenal pasar. Saat itulah konsultan pemasaran penting untuk mengatur strategi memperkenalkan dan kemudian merebut pasar dengan mengandalkan iklan luar ruangan. Kedua, ketika ada produk lama yang tidak laku karena kurang memiliki nilai jual. Saat itulah konsultan pemasaran diperlukan untuk merekontruksi ulang kemasannya dan kemudian mempopulerkan kembali ke pasar melalui strategi pencitraan dengan tetap mengandalkan iklan luar ruangan.

Inilah menurut saya yang membedakan konsultan pemasaran politik dengan konsultan investasi politik. Konsultan pemasaran hanya muncul secara spontanitas berdasarkan permintaan tanpa ada jenjang waktu yang sistematis untuk meyakinkan pasar. Lebih vokus membombardil wacana publik lewat bantuan iklan-iklan di media luar ruangan. Bagi konsultan pemasaran politik, tidak perduli apakah kandidat mempunyai nilai jual atau tidak di pasar demokrasi, yang penting ada dana untuk membuat kemasan yang menarik untuk mengeco pembeli. Sehingga hampir bisa dipastikan konsultan pemasaran politik tidak bisa berjalan tanpa ada bantuan media massa atau media luar ruang lainnya.

Lain halnya dengan konsultan INVESTASI POLITIK yang secara sistematis memerlukan jenjang waktu untuk menciptakan produk yang berkualitas dan familiar. Vokus membentuk isi yang berkualitas lebih dahulu, kemudian mensinergiskan dengan tampilan kemasan yang menarik. Bagi konsultan investasi politik, metode pencitraan tidak terlalu penting karena yang dijual bukan kemasan tetapi isinya. Biaya politik yang disiapkan tidak dihamburkan untuk membeli ruang publik, tetapi bagaimana membelanjakan uang dalam pasar demokrasi dengan tepat sasaran. Jadi keberhasilan konsultan investasi politik adalah ketika bisa mengantarkan kandidatnya merebut pasar demokrasi dengan biaya seminimal mungkin.

Inilah yang saya yakini dalam mendirikan SIPIL INSTITUT untuk meminimalkan biaya politik sampai 50 persen. Dan untuk mendukung program ini, mulai 15 Januari 2012 SIPIL INSTITUT sudah mengeluarkan iklan media luar ruangan yang berbunyi :

JANGAN PERNAH MENCARI PEMIMPIN & LEGISLATOR

HANYA SAAT MUSIM KAMPANYE PEMILU

PEMIMPIN & LEGISLATOR 2014 LAHIR DARI SEKARANG

Jadi hati-hatilah membelanjakan uangnya ketika memasuki kawasan INDUSTRI POLITIK kalau belum memahami srategi investasinya, karena berapa pun dana disiapkan tidak pernah akan cukup untuk melakukan transaksi politik.

  • SIPIL INSTITUT hadir untuk menuntun politisi yang berkualitas tetapi dana terbatas menjadi pemimpin dan wakil rakyat 2014.
  • Bersama SIPIL INSTITUT politik menjadi sangat murah.
  • Jadi siapa bilang politik itu mahal, yang mahal itu menunda waktu investasi politik.