Profil Lembaga

­­SIPIL INSTITUT

(Studi Investasi Politik Indonesia)

Dalam perkembangan demokrasi, ada kecenderungan politik sudah menjadi suatu “Industri” yang diminati banyak orang. Secara sederhana dapat dijelaskan, industri politik serupa tetapi tidak sama dengan industri barang lainnya. Dikatakan serupa, karena sama-sama membutuhkan biaya produksi dalam proses menghasilkan beberapa produk yang akan ditawarkan ke pasar. Perbedaan dasarnya ada dua.

Pertama, terletak pada biaya produksi dan produk yang dihasilkan. Kalau industri barang biaya pruduksinya didapatkan setelah produk yang ditawarkan laku di pasaran. Lain halnya dalam industri politik yang biaya produksinya harus dibayar lebih dahulu oleh pemegang saham, tanpa harus menunggu apakah produk yang ditawarkan di pasar laku atau tidak. Kedua, kalau industri barang menghasilkan produk benda yang bersifat kongkrit (benda nyata, dapat dilihat dan diraba). Sementara dalam industri politik, produknya bersifat abstrak karena ia berupa konsep yang kemudian akan dijabarkan atau diaplikasikan di lapangan oleh para pemegang sahamnya (politikus).

Diantara sekian banyak produk yang dihasikan oleh industri politik, yang paling dikenal oleh seluruh penduduk dunia (familiar) dan paling di respon oleh pasar global adalah demokrasi. Perkembangan kemudian menunjukkan, dalam industri politik harga demokrasi ternyata sangat mahal. Butuh modal banyak kalau ingin investasi dalam pasar demokrasi.

Untuk membuktikan apakah pasar demokrasi tidak bisa dipisahkan dengan politik uang, coba kita pinjam dasar pemikiran liberalisme perihal gagasan anti-naturalistik tentang pasar dan kompetisi. Menurut pemikiran liberalisme (ibu kandung demokrasi) pasar (market) bukanlah gejala alami seperti gempa bumi atau musim semi. Pasar adalah salah satu dari berbagai model hubungan sosial bentukan manusia, karenanya bisa diciptakan dan dibatalkan menurut desain manusia. Justru karena bukan alami, kinerja pasar butuh tindakan “politik” yang bertugas menciptakan sederet kondisi bagi operasinya. Itu berarti, pemisahan tegas antara ‘ekonomi’ dan ‘politik’ hanyalah suatu ilusi. Tidak ada ekonomi yang terpisah dari politik, sebagaimana tidak ada politik yang terlepas dari ekonomi.

Pemikiran liberalisme ini disinergikan dengan realitas politik sekarang, dapat dikatakan, siapa saja individu atau kelompok yang berminat memasuki pasar demokrasi, ia harus menyiapkan setumpuk modal untuk berinvestasi dalam industri politik. Para peminat harus menyadari bahwa industri politik membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Karena itu, kalau tidak memiliki modal cukup jangan mencoba masuk dalam pasar demokrasi yang semua transaksinya diwarnai ketidakpastian.

Banyaknya modal yang dibutuhkan tergantung pada tingkat derajat pasar demokrasi yang ingin dimasuki. Volume transaksi di bursa demokrasi tingkat pusat tentu jauh lebih besar dibanding transaksi di pasar demokrasi tingkat propinsi dan kabupaten kota. Biaya pemilu presiden tentu jauh lebih besar dibanding dengan biaya pilkada, modal yang dibutuhkan untuk menjadi caleg DPR-RI tentu jauh lebih besar dibanding untuk menjadi caleg DPRD propinsi dan kabupaten kota, biaya yang dibutuhkan dalam kampanye kandidat presiden tentu jauh lebih besar dibanding biaya yang dibutuhkan para kandidat kepala daerah.

Pertanyaan kemudian yang menarik dikedepankan menyikapi fenomena “politik sebagai suatu industri,” apakah individu atau kelompok yang tidak memiliki modal berarti sudah tertutup peluang untuk menjadi pemenang? Jawabnya Tidak! Itulah perlunya seorang politisi (calon pemimpin) untuk memahami strategi investasi politik, karena kalau tidak memahami kiat-kiat sukses berinvestasi dalam industri politik, berapa pun modal yang disiapkan tidak pernah akan cukup. Namun disisi lain kalau memahami strategi investasi politik, maka politik bisa menjadi sangat murah.

Berangkat dari realitas seperti ini, maka kami mendirikan SIPIL INSTITUT (Studi Investasi Politik Indonesia) yang akan menuntun bagaimana politisi membelanjakan uangnya dalam pasar demokrasi dengan tepat sasaran dan terukur. Hal ini menjadi sangat penting, karena dengan strategi cerdas investasi politik, kita bisa memenangkan proses demokrasi dengan meminimalkan biaya.

Tujuan yang Ingin Dicapai

  • Menciptakan tatanan hukum yang demokratis serta etika politik yang santun.
  • Mewujudkan pemerintahan yang baik dan bersih serta legitimate
  • Menformat pemilu dan Pemilukada yang luber dan jurdil
  • Menpublikasi media pencerahan berdemokrasi yang cerdas dan terdidik
  • Menguji dan menakar tingkat elatabilitas kandidat di mata publik pemilih
  • Mengkaji budaya sebagai salah satu variabel penguatan demokrasi lokal
  • Memperkokoh dan menguatkan ekonomi kerakyatan sebagai penyangga demokrasi politik
  • Melakukan pendidikan politik masyarakat yang mengarah kepada pendidikan pemilih
  • Melakukan komunikasi kemitraan dengan lembaga-lembaga yang sevisi dengan penguatan demokrasi dan politik

Target yang Ingin Dicapai

  • Meminimalisasi sengketa politik dan permasalahan hukum, akibat dari sebuah  proses demokrasi
  • Adanya gerakan pecerahan birokrasi pemerintahan dengan penguatan otonomi daerah serta pelayanan publik
  • Penyelenggaraan  pemilu dan Pemilikada yang Luber dan Jurdil
  • Melibatkan media sebagai wadah pencerahan berdemokrasi dan berpolitik
  • Adanya riset dan polling setiap kandidat
  • Menjadikan budaya sebagai salah satu platform berpolitik dan berdemokrasi
  • Pemberdayaan ekonomi kerakyatan sebagi basis penguatan demokrasi politik
  • Masyarakat cerdas dalam berdemokrasi dan santun dalam berpolitik
  • Terjalinnya hubungan kemitraan dengan pihak-pihak luar negeri yang mandiri dan independen

Bentuk Kegiatan

  • Konsultan politik dan hukum
  • Melakukan pendampingan terhadap kebijakan pemerintah dari hasil pemilu dan pemilukada.
  • Melakukan pelatihan atau pembekalan kepada tim sukses peserta Pemilu dan Pemilukada.
  • Melakukan pencerahan politik dan demokrasi ke masyarakat
  • Menulis buku biografi politik & buku teori-teori politik.
  • Menerbitkan buletin berkala.
  • Kemitraan dengan lembga dan non lembaga di luar negeri

Kelebihan Pusat Studi Investasi Politik Indonesia

  • Mampu menghemat biaya kampanye kandidat 30% sampai 50%
  • Suara sudah bisa diprediksi dan dipantau pergerakannya dari awal.
  • Strategi merebut hati pemilih (rakyat) bisa dilogikan.
  • Semua tim sukses lokal KANDIDAT dibekali buku Industri Politik (Strategi Investasi Politik dalam Pasar Demokrasi).

Bentuk Kerjasama

  • Melakukan Konsultasi politik dan hukum terhadap akibat yuridis dari pelaksanaan proses demokrasi.
  • Mengkoordinir kampanye politik kandidat Pemilu & Pemilukada selama   waktu yang ditentukan.
  • Menyediakan strategi atau metode cerdas yang diyakini mampu  memenangkan Pemilu dan Pemilukada.

Opsi yang ditawarkan

  • Memberi pembekalan politik dengan memperkenalkan strategi cerdas Investasi Politik Indonesia kepada tim sukses Pemilu dan Pemilukada (keterlibatannya hanya sebatas nara sumber dalam pembekalan politik tim sukses).
  • Dipercaya penuh dari awal memanajemen atau mengkoordinir kampanye kandidat dari awal sampai memenangkan Pemilu dan Pemilukada  (keterlibatan penuh sebagai konsultan politik)
  • Memberikan konsultasi hukum terhadap akibat yuridis dari proses pemilu dan Pemilukada.

Demikian SIPIL INSTITUT (Studi Investasi Politik Indonesia) yang ingin vokus memperkenalkan konsep berpolitik dengan biaya murah. Sehingga besar harapan mendapat apresiasi dari para politisi untuk dapat dituntun bagaimana strategi cerdas membelanjakan uang dalam pasar demokrasi. Hal ini menjadi penting, karena kalau tidak memahami strategi cerdas investasi politik, berapa pun biaya disiapkan tidak pernah akan cukup.

Jakarta, 15 Oktober 2009

Direktur Eksekutif

(Ruslan Ismail Mage)