Sipil Institut Goes to Campus

Perkembangan zaman yang semakin mengglobal, yang ditandai dengan kemajuan teknologi disegala bidang bagaikan pisau bermata dua. Satu sisi matanya bisa digunakan untuk mengupas segala ketertinggalan kita untuk segera maju bersaing memperebutkan kesempatan menjadi generasi muda sukses. Sementara kalau tidak hati-hati, satu sisi matanya bisa mengupas kulit, mengiris hati dan menusuk jantung generasi muda untuk diformulasi menjadi sate di pasar syahwati.

Melihat fenomena global yang banyak menyuguhkan fantasi-fantasi menghanyutkan tak bertepi bagi generasi muda, maka semua elemen masyarakat tidak boleh diam. Tidak boleh terlena membiarkan gencarnya hembusan angin budaya hedonisme dari luar yang selalu bergerak tak berwujud merampas fungsi-fungsi panca indra anak-anak bangsa. Budaya hedonisme ini kemudian menciptakan generasi dwi budaya, di dalam rumah anak-anak patuh sama orang tua dan mengerjakan perintah agama, tetapi ketika keluar melewati pagar rumahnya berobah drastis menjadi generasi liberal yang mengeksploitasi segala bentuk kebebasannya untuk melanggar norma agama, kesusilaan, kesopanan, dan hukum.

SIPIL

Dalam proses pengembaraan literatur disinergikan dengan riset di lapangan Sipil Institut menemukan ada lima hantu masa depan remaja yang setiap saat bisa menerkam jiwa siswa. Sadisnya lagi tidak ada aturan hukum, sistem, nilai, atau budaya yang bisa melawan dan menangkap lima hantu masa depan siswa itu. Lima hantu masa depan siswa yang dimaksud adalah: (1) Narkoba, (2) Pergaulan Bebas, (3) Internet dan Facebook, (4) Pornografi, dan (5) Rokok. Untuk lebih jelasnya bagaimana ganasnya lima hantu masa depan tersebut merampas impian para orang tua, berikut deskripsi singkatnya.

Setelah mendeteksi lima hantu masa depan remaja, Sipil Institut bersama tim kreatifnya segera merancang formulasi kekuatan untuk menemukan metode paling ampuh menangkap kelima hantu masa depan generasi muda tersebut. Berangkat dari konsep dan metode yang jelas, Sipil Institut merasa terpanggil melakukan gerakan nurani untuk roatshow ke beberapa SMP-SMU di Sumatera Barat, melakukan pencerahan sedini mungkin dengan merekontruksi jiwa anak-anak bangsa yang mulai memasuki usia produktif menjadi generasi petarung masa depan dengan segala energi positif yang ada dalam dirinya, melalui acara bertema ESQ Training : Cara Cerdas Menangkap Lima Hantu Masa Depan Siswa.

KONSULTAN POLITIK

Menurut bung Ruslan Ismail Mage, tujuan yang ingin dicapai dalam ESQ Training ini adalah untuk menciptakan genarasi petarung masa depan dengan segala energi positif yang dalam dirinya. Sementara target ada dua. Pertama, menciptakan anak-anak bangsa yang memiliki kemampuan personal : yaitu kemampuan kepribadian meliputi sikap, tingkah laku, dan tindakan yang santun, serta bahasa dan komunikasi yang sistematis. Kedua, menciptakan anak-anak bangsa yang memiliki kemampuan akademisi meliputi kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah, baik lisan maupun tulisan, serta memiliki kemampuan berpikir logis kritis.

Setiap bulan Sipil Institut manargetkan dua sekolah SMP, SMU/sederajat, dan satu kampus untuk diberikan “ESQ Training : Menangkap Lima Hantu Masa Depan Remaja” secara gratis. Setiap kepala sekolah menyambut baik kegiatan ini karena mampu memotivasi siswa untuk berhasil dengan segala energi positif yang ada dalam dirinya. Penekanan materi yang disampaikan sangat menyentuh dengan mencabut keraguan dalam diri setiap siswa untuk berhasil. Metode penyajiannya juga sangat digemari siswa karena memadukan dengan teknik visualisasi 50 %, auditori 25 %, dan kenestetik 25 %. Bagi sekolah atau kampus yang berminat menyelenggarakan ESQ Training ini silahkan menghubungi Sipil Institut di email : rim_aditya@yahoo.com.

Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.