Sipil Institut Roadshow Pendidikan Politik Pemilih

Sipil Institut Roadshow Pendidikan Politik Pemilih

(MENCARI WAKIL RAKYAT AMANAH)

Sipil Institut sebagai lembaga independen yang vokus memperkenalkan strategi berpolitik dengan biaya murah, sejak memasuki tahun politik 2013 sudah rutin melakukan roadshow ke beberapa daerah melakukan pendidikan politik langsung kepada pemilih. Menurut Ruslan Ismail Mage Direktur Eksekutif Sipil Institut Jakarta, pendidikan politik ini sangat penting dilakukan, karena setiap memasuki tahun politik, rakyat hanya dibiarkan menjadi anak yatim piatu berjalan menggunakan peta buta menuju pemilu 2014 mencari pemimpin dan wakilnya. Hampir tidak ada institusi baik yang dibentuk oleh pemerintah maupun swasta yang vokus melakukan pendidikan politik kepada rakyat. Akibatnya setiap pemilu rakyat menikmati pembodohan yang dilakukan oleh hampir semua politisi. Sipil Institut tidak ingin membiarkan rakyat hanya dijadikan komoditas politik yang diperjualbelikan suaranya setiap pemilu.

konsultan politik

Wakil Gubernur Sumatera Barat Muslim Kasim membuka acara Sipil Institut

Untuk membuktikan komitmen itu, Rabu tanggal 29 Januari 2014 Sipil Institut bekerjasama dengan seluruh tokoh masyarakat di Nagari Tiku Utara Kecamatan Tanjung Mutiara Kabupaten Agam menggelar pendidikan politik langsung kepada masyarakat. Acara ini dihadiri oleh Wakil Bupati Agam Irwan Fikri, KPUD, Panwaslu, Camat, Danramil, Kapolsek Tangjung Muatiara, Caleg DPRI, DPRD Provinsi/Kabupaten Kota, DPD, seluruh tokoh masyarakat, tokoh pemuda, alim ulama, ninik mama, dan dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat Muslim Kasim.

Acara yang berlangsung kurang lebih enam jam ini berjalan cukup sukses dengan mendapat apresiasi yang tinggi dari seluruh peserta. Menurut Wali Nagari Tiku Utara Kandarini, acara ini sengaja dikemas semeriah mungkin dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk mengembalikkan demokrasi kepemiliknya. Karena sejatinya demokrasi itu adalah pesta rakyat, buka pesta elite dan pemilik modal, dan itu dapat dilihat pada acara ini yang mendapat antusiasme yang tinggi dari seluruh emelen masyarakat. Saking bersemangatnya masyarakat mendapatkan pendidikan politik, mereka rela kepanasan dan duduk berjam-jam dibawa tenda yang disediakan panitia mendengarkan pemaparan seorang motivator politik Ruslan Ismail Mage.

konsultan politik

Wakil Bupati Agam Irwan Fikri sangat mengapresiasi Sipil Institut

Wakil Bupati Agam Irwan Fikri dalam sambutannya mengatakan sangat mendukung acara pendidikan politik langsung ke masyarakat yang digagas Nagari Tiku Utara ini. Menurutnya Pemerintah Kabupaten Agam sangat mengapresiasi acara ini, karena boleh jadi Nagari Tiku Utara adalah satu-satunya Nagari di Sumatera Barat yang memberikan pendidikan politik kepada masyarakat secara langsung, jelas wakil bupati. Sependapat dengan itu KPUD dan Panswaslu berterimakasih kepada Sipil Institut yang berkenan berpartisipasi melakukan pendidikan politik langsung kepada pemilih, karena pada dasarnya pemililah yang seharusnya diberikan pendidikan politik untuk melahirkan wakil rakyat yang berkualitas.

Sementara itu Wakil Gubernur Sumatera Barat Muslim Kasim dalam sambutannya mengatakan, sangat mengapresiasi konsistensi Sipil Institut memberikan pendidikan politik langsung kepada masyarakat. Acara ini harus didukung sepenuhnya, karena ditengah hampir seluruh institusi larut dalam kapitalisasi politik yang cenderung membodohi rakyat, Sipil Institut sebagai lembaga independen justru melakukan gerakan intelektual untuk melawan kapitalisasi politik dengan memberikan pendidikan politik ke caleg-caleg dan ke pemilih tentang bagaimana cara berpolitik dengan biaya murah sebagai suatu solusi mencegah politisi korupsi. Kegiatan ini sangat penting, karena kualitas demokrasi sangat ditentukan oleh kualiatas pendidikan masyarakat.

Diakhir acara, Ruslan Ismail Mage kepada wartawan mengatakan, target Sipil Institut untuk mengajak tokoh-tokoh masyarakat menjadi konsultan politik masyarakat di lingkungannya sudah tercapai. Artinya tokoh-tokoh masyarakat yang selama ini menjadi tempat bertanya warga, sudah bisa menjelaskan kepada pemilih bagaimana memilih wakil rakyat yang baik dan amanah, dan sudah bisa menjelaskan ciri-ciri politisi yang bisa dipercaya dan mana politisi bermental korup.

Untuk mempertahankan semangat belajar tokoh-tokoh masyarakat, Sipil Institut berencana membentuk komunitas-komunitas manusia pembelajar di setiap nagari/desa. Sebagaimana pesan Mohamad Natsir : Kalau memang saudara-saudara merasa tidak perlu ikut berpolitik, biar tidak usah berpolitik! Tetapi saudara-saudara jangan buta politik. Kalau saudara-saudara buta politik, saudara-saudara akan dimakan oleh politik.

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.